Puisi Adaptas...

Puisi Adaptasi – Simfoni Hitam (Sherina)

0 3619

katamiqhnur.com | Berkata Dengan Semangat, Beda dan Tawa

Puisi Adaptasi - Simfoni Hitam

 

Aku yang saat ini ditemani desir angin bersama senyapnya malam

Pernah mengaku kepada semesta akan lukisan-lukisan hina yang tak bermakna setitik pun

Lukisan yang kubuat itu merupakan bentuk kebanggaanku terhadap citra impianku

Kebanggaan yang sebenarnya sempat mengisi rongga hati

Namun, kini rongga hati itu menjelma menjadi kesunyian

Yang setiap saat melecuti suasana yang disebut mimpi

 

Mimpi yang kumaksud tidak lain hanyalah sebuah khayalan

Untuk bisa bersama dengan sebatang insan

Insan yang terus-menerus membuatku bimbang

“apakah aku pernah hadir jua dalam jingkal mimpi yang dibuatnya”

 

Andainya engkau sadar dengan insan dalam mimpi yang kumaksud..

Andainya engkau sadar dengan insan dalam khayalan yang kumaksud..

Insan itu sejatinya adalah “KAU”

 

Apakah engkau tahu dihatiku menancap kuat sebuah nama?

Apakah engkau tahu dihatiku terukir indah sebuah nama?

Asal kau tahu nama itu adalah “KAU”

 

Setiap saat dikesunyian aku tak pernah lupa untuk mengalunkan kesedihanku

Alunan yang selalu terdengar bergetar dan menggema memenuhi ruang malam yang gelap

Sehingga mempertegas senyapnya malam hitam

 

Aku pun pernah membisikkan beberapa cerita cinta bertemakan rindu dan lara

 

Mengabaikan semua ambisi mimpi yang sudah lama tergantung di dinding-dinding impian

Satu hal yang ganjal dari cerita cinta yang pernah kubisikkan

Cerita cinta itu sedikitpun tak mampu membuatmu sadar betapa lelahnya aku

Aku yang menghadapi penderitaan yang telah kau sebabkan

 

Dengan sedikit lirikan dari matamu yang sesekali mengatup rapat

Kau mampu menyentuh hatiku sekejap petir menyambar

Tentu ibarat itu hanya berlaku untukku, sama sekali tak berlaku untukmu

Sungguh ku tak akan bisa sentuh hatimu

Entah apa alasannya, bahkan tinta dalam goresan kertas suci tak mengetahuinya

 

Seandainya bila kau ada bersamaku, dibawah semarak cahaya bulan yang tampak pucat

Aku rela memberi canda tawa dan segenap tubuhku padamu

Sayang, itu hanya andai-andaiku saja, tak mungkin terjadi

 

Adakah aku di mimpimu?

Adakah aku di hatimu?

Adakah aku di rindumu?

 

Tolong, dengan sangat memohon,

Tak bisakah kau mendengar serentetan gelisah, rindu dan derita dalam rangkaian simfoni yang kuhembuskan?

Simfoni yang kubuat dari sehelai potret masa laluku bersama kenangan senang sedihku

Tak bisakah kau mendengarnya?

 

Memang benar, sungguh kutakkan bisa sentuh hatimu..

Sungguh takkan bisa menyentuhnya

Akrab disapa MiQHNuR, Iqbal ato nggak Prof... Masih berstatus sebagai Mahasiswa Imajinatif dan Jomblo Fluktuatif. Nggak bisa hidup tanpa mikir dan ngayal, suka banget ngomong ama laptop. Pengen membahagiakan Keluarga dan semua orang termasuk para jomblo-jomblo :P Biasanya nge-tweet di @KataMiQHNuR..

SIMILAR ARTICLES