Cerpen Lepas ...

Cerpen Lepas – Mekarnya Sakura

4 638

katamiqhnur.com | Berkata Dengan Semangat, Beda dan Tawa

Sakura cantik nan malang. Sakura malang namun suka berusaha. Sakura yang menolak luruhnya ketika musim gugur tiba. Jika engkau melihat tatapan merona itu, engkau akan langsung terkapar, tak berdaya sedikit pun dalam penglihatan. ***

                Dengan lembut nian syahdu engkau memujinya. Dia cantik, menawan hasrat pemandangnya, rambut sutera hitam mengkilap, eloknya lekuk dagu, telinga berdaun mungil, bibir merah penuh, tingginya hidung, mata sakti dibawah barisan padat semut hitam dan wajah bulat telur, apalagi semua itu di sempurnakan oleh garis lengkungan senyum molek, selingkaran leher tertata dan suara setegas ayam berkokok.

Ahad pagi itu pun tiba. Mentari yang dulunya pengecut karena kehadiran bintang malam, kini dia siap menemanimu selama dua belas jam ke depan. Utarakanlah keluh kesahmu padanya  mungkin dia akan memberitahumu mengenai status Sakuramu. Asal engkau tahu, dia bukanlah sembarang mentari, seperti mentari sebelumnya yang dengan sengaja mengecewakanmu. Percayalah perkataanku!! Mulai malam, musim gugur akan memulai titah-titahnya, inilah kesempatan terakhirmu untuk mengatakan yang sebenarnya kepada Sakura pujaanmu, salahmu sendiri tak memberi tahu pada Sakuramu dihari lalu yang begitu panjang. Bakda itu Sakuramu akan luruh dan mengering di tanah gersang. Jarak antara kau dan Sakuramu adalah empat belas jam, sehingganya aku menyuruhmu agar kau segera bergegas. Dia akan pergi, pergi tanpa mengenalimu sama sekali, apa kau mau?? Kalau itu yang kau mau silahkan, tapi jangan salahkan aku jika kau menangis dan mati dalam sesal. Diperjalanan nanti kau akan menemui Sakura-Sakura milik orang lain, akan ada Sakura yang menangis karena ditinggalkan pemiliknya, juga akan ada Sakura yang merangkul pemiliknya dengan harapan pasti. Tentukan pilihanmu!!

Engkau dikenal orang dengan perilaku baik, sehingganya kau jangan merusak rumpun ilalang yang kau lewati. Merdu nian adzan terdengar memanggil, beberapa lama kemudian sepakan-sepakan orang-orang berdenyar, tapi tanda-tanda kaki para bunga Sakura tak jua terlihat. Setelah sembahyang kau harus melanjutkan perjalananmu melewati ilalang yang semakin kusang dimakan sinar mentari sebelumnya. Perhatikan, cepatnya kau melangkah tak dapat menghentikan berputarnya waktu dalam lintasan. Seperti dalam perkataan, dipertiga jalan pertama kau akan bertemu dengan Sakura kering terlunta-lunta dan menangis kesepian. Dia bertanya padamu, “apakah engkau melihat tuanku?? Apakah tuanku datang bersamamu??” dengan guratan kebingungan kau menjawab, “aku datang seorang diri tak ada yang menemaniku, aku datang untuk memeluk pertemuan dengan Sakuraku, Sakura dambaanku. Kenapa engkau terlihat kering kabut seperti itu??” tanpa menjawab sepatah kata Sakura itu langsung jatuh lunglai, terbakar dan lenyap bagai debu tak bertuan. Kemudian Dipertiga jalan terakhir kau akan melihat kasmaran dari Sakura dan tuannya, kasmaran yang luar biasa indahnya. Waktu tersisa sejam lebih sedikit dan janganlah  kau menyia-nyiakan waktumu itu dengan irihnya engkau dengan Sakura lain bersama tuannya. Rumpun ilalang dijalan terakhir telah hilang dimangsa oleh para monster biadab. Perjalananmu sudah tak lagi ditemani para rumpun itu. Kepengecutan mentari mulai terlihat, dia lari terbirit dikejar malam sepi. Kau harus cepat memapas habis jalan itu dengan langkah kakimu agar kau bertemu dengan Sakuramu Sakuramu sehingga dia bisa pergi dengan tenang setelah mengenali watakmu.

                Musim gugur hanya berjarak 11 meter dibelakangmu, sangatlah dekat dengan kepergian Sakuramu. Ternyata takdir berkata lain. Engkau sangatlah lamban. Rasanya aku ingin mencacimu, membunuhmu, memenggal kepalamu dan membiarkan tubuhmu dimakan oleh para burung bangkai dan cacing jahat. Kamu tak tahu seberapa berartinya Sakura itu. Karenamu dia pergi dengan tangis, karenamu dia pergi dengan kesepian dan karenamulah dia terbang melayang entah kemana. Semuanya karena ketaktahuanmu dan kebodohanmu.

                Setelah empat bulan lamanya aku menanti Sakura itu kembali. Tak ada kabar secuil pun. Akan tetapi setelah hari kemarin salah satu burung yang bermigrasi mengabarkan bahwa Sakura itu tengah terbang bersama mereka mengejar khayalnya yang belum selesai. “teruslah berusaha wahai Sakura!!” ***

Akrab disapa MiQHNuR, Iqbal ato nggak Prof... Masih berstatus sebagai Mahasiswa Imajinatif dan Jomblo Fluktuatif. Nggak bisa hidup tanpa mikir dan ngayal, suka banget ngomong ama laptop. Pengen membahagiakan Keluarga dan semua orang termasuk para jomblo-jomblo :P Biasanya nge-tweet di @KataMiQHNuR..
  • galuh

    nice blog :)

  • Sakura bunga yang indah

  • Muhammad Elsa Dinata

    coretan mq keren..
    kunjungi balik ya..

  • thats great!